Batubertulisnews.com, Sanggau - Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalbar II, Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si., mengunjungi masyarakat Batang Tarang dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat. Acara ini berlangsung di Aula Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Batang Tarang, 21 Maret 2025.
Dalam pemaparannya, Adrianus menjelaskan fungsi utama DPR, yakni fungsi legislasi (membuat undang-undang bersama pemerintah), fungsi budgeting (menyusun APBN), dan fungsi pengawasan. Ia juga menekankan bahwa anggota DPR secara otomatis merupakan anggota MPR berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014. Adrianus juga menguraikan perubahan dalam struktur MPR setelah amandemen UUD 1945, yang kini tidak lagi mencakup utusan golongan.
Topik utama yang diangkat dalam acara serap aspirasi kali ini adalah ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Adrianus mengajak masyarakat untuk mengkritisi pengelolaan ekonomi saat ini, apakah benar-benar berpihak pada rakyat atau justru menguntungkan segelintir pemodal besar. Ia juga membahas kebijakan makan siang bergizi gratis yang dinilai memiliki efek ekonomi yang luas, khususnya bagi petani dan produsen lokal. Adrianus mengajak masyarakat Batang Tarang untuk melihat peluang dari kebijakan ini, seperti menjadi pemasok bahan baku pangan.
Lebih lanjut, Adrianus Asia Sidot menyinggung pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap modal asing dan memperkuat ekonomi lokal melalui koperasi dan UMKM. Ia menekankan bahwa ekonomi kerakyatan seharusnya menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Acara serap aspirasi masyarakat oleh Anggota MPR/DPR RI, Adrianus Asia Sidot, di Batang Tarang ini disambut antusias warga masyarakat dilihat dari banyak nya warga yang ingin bertanya dan menyampaikan aspirasi nya. Beberapa peserta mengemukakan pandangan dan pertanyaan, seperti Leo dari Temiang Mali, perwakilan OMK, mempertanyakan implementasi program makan siang gratis yang dinilai kurang menyentuh wilayah dengan tingkat stunting tinggi, serta menyoroti bahwa program ini lebih banyak diterapkan di sekolah-sekolah swasta di kota, sementara daerah pedalaman kurang mendapat perhatian.
Ada juga perwakilan warga dari kaki Bukit Tiong Kandang mengeluhkan dampak aturan pemerintah yang melarang penanaman sawit di hutan lindung, yang mengakibatkan kesulitan ekonomi bagi warga yang bergantung pada hasil hutan. Mereka meminta solusi agar tetap dapat mengelola lahan tanpa melanggar aturan.
Peserta berikutnya, Dion dari Desa Mak Kawing, menyoroti ketidakefektifan program "Petani Milenial" yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian. Menurutnya, meskipun program ini diiklankan luas, implementasinya di daerah belum terlihat nyata.
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Adrianus Asia Sidot menyatakan selain akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait di pemerintahan, Ia juga menegaskan bahwa kebijakan publik harus benar-benar berdampak bagi masyarakat dan tidak hanya menjadi sekadar wacana.
Selain itu, Adrianus menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan ekonomi dan politik. Ia mendorong anak-anak muda untuk mengenali potensi diri dan memanfaatkan peluang yang ada demi masa depan yang lebih baik.
Dengan adanya kegiatan serap aspirasi ini, masyarakat Batang Tarang berharap agar suara mereka dapat diperjuangkan di tingkat nasional, sehingga kebijakan yang diterapkan benar-benar berlandaskan pada kepentingan rakyat.