![]() |
Tangkapan gambar video klarifikasi dua sejoli yang lempari patung Yesus di Gua Maria Bukit Kelam Sintang. |
Batubertulisnews.com, Sintang- Ramai di jagat maya, video yang memperlihatkan dua orang remaja sedang berlaku tidak pantas di Gua Maria Bukit Kelam Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.
Mereka dengan diiringi tawa dan percakapan manja melemparkan batu ke patung Yesus. Dimana patung-patung yang berada di Gua Maria itu merupakan replika yang mengisahkan perjalanan Yesus menuju penyaliban, atau dikenal sebagai "Jalan Salib" atau "Via Dolorosa".
Setelah aksi tidak terpuji itu menyebar di dunia maya. Kedua orang yang berada di dalam video juga sempat melakukan klarifikasi, namun dalam klarifikasinya, warganet menilai kedua remaja tersebut tidak sungguh-sungguh, sebab dalam klarifikasi itu si pria justru sambil menghisap sebatang rokok, sementara si wanita terlihat sambil menahan tawa.
Berikut isi klarifikasinya dikutip dari akun Instagram @dailysekadau.
"Syalom semua disini kami ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga netizen bahwa adanya kendala yang menimpa kami berdua dengan terjadinya sebuah permasalahan kami mengaku bahwa benar kami melempar patung Yesus. Tapi ceritanya itu tidak dengan cara sengaja, " ujar si wanita sambil mengulum senyum.
Sedangkan si pria dalam klarifikasinya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Dari pernyataan si pria diketahui keduanya merupakan sepasang kekasih.
"Atas cara saya mengusir ular tersebut dan sekali lagi saya minta maaf sebesar-besarnya. Disitu saya sedikitpun tidak bermaksud menjelek-jelekkan atau melecehkan agama satu sama lain. Saya janji tidak mengulangi kelakuan seperti itu lagi, " tutupnya.
Atas kejadian, Ketua Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kabupaten Sekadau Paulus Subarno juga memberikan pernyataan yang menyayangkan aksi tidak terpuji tersebut. Paulus Subarno menilai dari klarifikasi yang disampaikan keduanya yang mengaku ingin melempar anak ular yang berada di atas patung, dinilai bukan alasan yang sesungguhnya. Menurut Paulus Subarno ada unsur lain keduanya melakukan hal itu.
Ketua ISKA Sekadau inipun meminta aparat berwenang untuk menindak kasus ini karena tidak hanya dinilai melecehkan agama Katolik tetapi juga mengganggu ketentraman antar umat beragama. Mengingat tempat kejadian adalah lokasi wisata religi umat Katolik.
"Kita minta pihak kepolisian bertindak karena ini sudah membuat suasana tidak baik, tidak enak. Apalagi mereka berdua non Katolik, " tegas Paulus Subarno.
Kepada generasi muda, Paulus Subarno juga mengingatkan untuk bersikap sewajarnya sebagai muda-mudi yang berpendidikan, mengerti adab dan tata krama, tidak hanya di tempat-tempat tertentu, tetapi di mana saja berada. Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran agar tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji di kemudian hari.
Sementara itu, klarifikasi yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan itupun menuai kontroversi di warganet.
Terlihat dari komentar-komentar yang disampaikan, seperti satu di antaranya: @rickytanriyo "KLARIFIKASI ATITUDE NYA 0 (Anak Muda Binasa).
@_abcdefghijoo "Cut!! Ulang, gada sikap keseriusan untuk klarifikasi, malah terlihat seperti menahan tawa!
@hungrymikego "Rokok'an Cengar Cengir yang kaya gini minta maaf doang cukup? Adil sekali hukum disini😌
@putra_tarigas "Kau mau klarifikasi tapi rokok kau bikin aku risih. Awalnya respect malah makin kesal",
Begitulah tanggapan warganet yang menyayangkan sikap kedua sejoli tersebut saat menjelaskan alasan keduanya melempar patung Yesus sembari divideokan dan tertawa manja.
Diketahui Gua Maria berada di komplek wisata rohani tepat di bawa kaki Bukit Kelam. Selain Gua Maria, di sana juga terdapat jalan salib Dharma retreat. Sebagai destinasi religi di Gua Maria Bukit Kelam terdapat replika dari kisah perjalanan salib Yesus sampai ke masa terakhir-Nya sebelum akhirnya meninggal di kayu salib.